Sejak jaman dulu masyarakat dan spiritual Jawa meyakini bahwa setiap manusia mempunyai saudara-saudara halus yang mendampinginya. Mereka tidak kelihatan mata biasa. Mereka tergolong sebagai roh-roh halus. Saudara-saudara halus ini banyak yang menyebutnya dengan istilah Saudara Kembar, atau disebut juga Roh Sedulur Papat. Konsep tersebut secara umum dipercaya dan dihayati oleh masyarakat jawa. Dalam kehidupan sehari-harinya di masa sekarang pun banyak orang Jawa yang masih menjalankan laku prihatin dan tirakat tertentu untuk memelihara Sedulur Papat mereka. Kepercayaan terhadap sedulur papat ini tatalaku dan ritualnya dimulai ketika seorang ibu melahirkan bayi. Selain atas kelahiran anaknya itu dilakukan syukuran / selametan, terhadap ari-ari si jabang bayi juga dilakukan suatu "perawatan". Ada tatacara dan ritual tersendiri untuk merawat dan menyimpan / memakamkan ari-ari anak, yang selain dibacakan doa-doa, biasanya juga diberikan sesaji kembang, diberikan lampu penerangan selama 7 atau 40 hari di tempat ari-ari dimakamkan, dan dijaga supaya tidak diganggu hewan dan tidak langsung terkena hujan. Pada hari-hari berikutnya biasanya sang orang tua akan tekun memelihara sedulur papat anak-anaknya dengan cara pada hari weton masing-masing anaknya atau sebulan sekali ia memberikan bubur merah putih atau jajan pasar untuk dimakan oleh anak-anaknya itu atau memberi kembang di makam ari-ari anak. Harapannya adalah supaya anak-anaknya itu terpelihara tubuh dan sukmanya, sehat secara kejiwaan, sehat tubuhnya tidak mudah sakit-sakitan, dan tidak ada masalah dalam hidupnya. Setelah anak-anaknya beranjak dewasa, maka anak-anaknya itu sendiri yang harus memelihara sedulur papatnya sendiri dengan cara rajin berpuasa weton setiap hari wetonnya hari kelahirannya sesuai kalender jawa. Sampai sekarang dalam masyarakat Jawa masih ada kepercayaan dan tradisi yang dilestarikan untuk melakukan semacam ritual, puasa dan doa dan memberi sesaji untuk sedulur papat, seperti ritual / puasa wetonan, dengan sesaji bubur merah-putih, atau jajan pasar, mandi kembang, atau memberi kembang di makam ari-ari anak, ini baik sekali bila dilakukan, supaya sukma orang yang bersangkutan terpelihara, sehat secara kejiwaan, sehat tubuhnya tidak mudah sakit-sakitan, dan supaya lancar segala urusan hidupnya. Bahkan ada juga orang yang secara khusus menyimpan ari-arinya yang sudah kering di dalam lemari atau di dalam dompetnya dengan harapan sedulur papatnya aktif mendampinginya dan membantunya dalam kehidupannya sehari-hari. Kepercayaan dasar atas laku dan ritual di atas adalah pada adanya kepercayaan tentang roh sedulur papat yang selalu mendampingi manusia sejak manusia itu lahir. Karena itu orang jawa yang masih memelihara kepercayaan kejawen akan menghormati kepercayaan itu, bahkan masih banyak yang tekun menjalankan tatalaku dan ritual yang terkait dengan sedulur papat. Puasa weton yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak memahami atau tidak meyakini keberadaan roh sedulur papat kegaibannya tidak akan sebaik mereka yang melakukannya dengan landasan kepercayaan pada adanya kebersamaan roh sedulur papat. Keyakinan pada keberadaan dan kebersamaan roh sedulur papat dengan pancer akan memperkuat kegaiban sukma dan memperkuat interaksi roh sedulur papat dengan roh-roh leluhur orangnya. Dalam kehidupannya sehari-hari kegaiban sukma akan membantu dalam kemantapan bersikap, membantu membuka jalan hidup dan menyingkirkan halangan dan kesulitan-kesulitan, dan interaksi sedulur papat akan membantu peka rasa dan firasat, peka bisikan gaib, mendatangkan ide-ide dan ilham, peringatan-peringatan dan jawaban-jawaban permasalahan. Puasa weton adalah suatu laku yang berasal dari tradisi budaya jawa, dilakukan dengan berpuasa pada hari kelahiran seseorang Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, Minggu yang hari kelahirannya itu disesuaikan dengan hari pasaran jawa legi, pahing, pon, wage atau kliwon. Dengan demikian hari weton kelahiran seseorang akan selalu berulang setiap 35 hari sekali. Sesuai ajaran kebatinan jawa selama berpuasa itu orangnya berdoa di malam hari kepada Tuhan di atas sana di luar rumah menghadap ke timur. Penjelasan penetapan hari jawa Dalam penanggalan Jawa, hari dimulai pada hari sebelumnya pukul 5 sore dan berakhir pada hari yang bersangkutan pukul 5 sore Jadi, mulainya hari adalah hari sebelumnya sore, dan batas akhir suatu hari adalah hari itu pada sore. Berarti hari Senin dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Minggu sore dan berakhir pada hari Senin tersebut sore. Hari Senin itu pada sore mahgrib sudah terhitung sebagai hari Selasa, karena sudah melewati batas akhir hari Senin hari kelahiran jawa Misalnya tanggal kelahiran 10 Juni 1970, pada penanggalan jawa harinya adalah Rabu Wage. Sesuai hitungan hari jawa di atas, maka hari kelahiran Rabu Wage 10 Juni 1970 itu berlaku untuk orang-orang yang lahir dalam rentang waktu antara 9 Juni 1970 sampai dengan 10 Juni 1970 Orang-orang itu, bila ingin puasa weton, yang dijadikan patokan hari kelahirannya adalah hari Rabu Wage. Sedangkan orang-orang kelahiran 10 Juni 1970 pada malam hari melewati berarti hari kelahiran jawa orang itu bukan Rabu Wage, tetapi adalah Kamis Kliwon, karena waktu jam kelahirannya sudah melewati batas akhir hari Rabu Wage sudah masuk ke hari Kamis Kliwon. Orang-orang itu, bila ingin puasa weton, yang dijadikan patokan hari jawa kelahirannya adalah Kamis Kliwon, bukan Rabu Wage. Mengenai hitungan hari kelahiran jawa ini silakan dicari pada program primbon hari kelahiran di internet. Sesudah itu tinggal anda sesuaikan hari jawanya dengan jam kelahiran anda apakah pagi hari, siang hari atau malam hari. Lebih baik lagi bila programnya itu bisa didownload.Beberapa hitungan hari dalam puasa weton sbb 1. Puasa weton sehari. Puasa weton sehari ini adalah yang secara umum dilakukan orang dalam budaya Jawa. Puasanya 1 hari Jawa sehari semalam, 24 jam. Misalnya hari kelahirannya adalah Selasa Pahing, maka puasanya dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Senin sore dan berakhir pada hari Selasa Pahing tersebut sore. 2. Puasa weton 3 hari puasa apit weton - hari weton diapit di tengah. Puasa weton 3 hari biasanya dilakukan untuk harapan terkabulnya suatu keinginan khusus yang kejadiannya tidak terjadi setiap hari. Puasa weton 3 hari dilakukan selama 3 hari jawa terus-menerus tanpa putus, yaitu puasa pada hari wetonnya ditambah 1 hari sebelumnya dan 1 hari sesudahnya, sehingga total puasa menjadi 3 hari jawa terus-menerus 3 x 24 jam. Hari wetonnya diapit di tengah. Puasa weton 3 hari puasa apit weton ini mempunyai efek kegaiban mirip seperti puasa ngebleng 3 hari. Misalnya kelahiran Rabu Kliwon, maka puasanya dijalankan selama 3 hari, yaitu Selasa, Rabu Kliwon dan Kamis terus-menerus tanpa putus. Hari Selasa dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Senin sore. Hari Kamis berakhir pada pk. 5 sore hari. Jadi puasa weton Rabu Kliwon 3 hari itu dimulai pada hari Senin sore dan berakhir pada hari Kamis sore. Puasanya terus-menerus tanpa putus siang dan malam. Berbuka puasanya hari Kamis sore. 3. Puasa weton 3 hari selama 7 kali berturut-turut 7 kali puasa apit weton. Artinya, puasanya dijalankan selama 3 hari jawa terus-menerus tanpa putus dan dilakukan selama 7 kali berturut-turut tanpa putus selama 7 bulan jawa berturut-turut. Jenis puasa ini biasanya dilakukan untuk harapan terkabulnya suatu keinginan khusus yang bukan sesuatu yang biasa terjadi sehari-hari dan waktu pencapaiannya agak panjang pada masa depan, atau untuk keinginan terkabulnya suatu keinginan khusus yang berat, yang kadarnya tinggi, yang bagi seseorang sulit untuk dicapai dengan usaha yang normal biasanya disertai nazar, sehingga diperlukan suatu laku tambahan demi terkabulnya keinginannya itu, yaitu puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahirannya dan dilakukan selama 7 kali 7 bulan jawa berturut-turut tanpa putus dan ditutup dengan suatu ritual dan sesaji penutup tumpengan, selametan atau syukuran atas berhasilnya dirinya menunaikan hajat berpuasa itu. Sesudah puasa 7 kali itu tercapai, bulan-bulan berikutnya tetap puasa wetonan. Misalnya kelahiran Rabu Kliwon, maka puasa weton 3 hari setiap Rabu Kliwon itu dilakukan terus-menerus selama 7 kali berturut-turut 7 bulan jawa tanpa putus. Sesuai ajaran kejawen, saat memulai puasa weton dan pada malam hari selama berpuasa berdoalah menghadap ke timur di luar rumah kepada Tuhan di atas sana. Setelah selesai berpuasa berdoa juga mengucap syukur karena telah diberi kekuatan sehingga dapat menyelesaikan puasanya. Mudah-mudahan Tuhan weton menjadi sempurna bila dimulai dengan mandi keramas dengan shampo dan pada penutupan puasanya dilakukan pemberian sesaji untuk roh sedulur papat dan pancer sebagai berikut salah satu 1. Terbaik, mandi kembang telon atau kembang tujuh rupa, guyuran basah semua dari kepala sampai ke kaki. 2. Kedua terbaik, makanan / kue jajan pasar 7 macam, dimakan sebagai makanan berbuka puasa. 3. Ketiga terbaik, bubur merah putih, yaitu bubur tepung beras bubur sumsum yang diberi gula jawa cair, dimakan sebagai makanan berbuka puasa. Dengan demikian yang disebut puasa weton wetonan itu adalah satu kesatuan puasa weton + mandi kembang telon atau sesaji lain seperti disebutkan di atas. Tetapi wetonan tanpa mandi kembang telon / tujuh rupa atau jajan pasar tidak apa-apa, boleh-boleh saja. Sesaji kembang telon / tujuh rupa atau jajan pasar itu bukanlah keharusan. Itu hanya diperlukan bila kita menginginkan kesempurnaan dari laku kita itu. Karena itu bila diinginkan kesempurnaan dari anda menjalankan puasa weton sebaiknya pada penutupan puasanya anda memberikan sesaji untuk roh pancer dan sedulur papat anda supaya kegaiban wetonan anda itu lebih sempurna, bukan sekedar berpuasa saja. Puasa weton adalah salah satu sarana pemberian perhatian seseorang kepada roh sedulur papatnya dan menjadi sarana memperkuat kesatuan antara seseorang pancer dengan roh sedulur papat dan roh para leluhurnya. Mandi kembang menjadi sarana pemberian perhatian seseorang kepada roh sedulur papatnya, "memandikan" / membersihkan roh pancer dan sedulur papatnya yang hasil akhirnya akan juga "membersihkan" orang itu sendiri dari aura-aura negatif tubuh dan sukmanya dan "membersihkan" hidupnya dari kesulitan-kesulitan yang berasal dari dirinya sendiri. Kegaiban yang berasal dari kesatuannya dengan roh sedulur papatnya akan membantu membukakan jalan hidupnya dan membuat keinginan-keinginannya menjadi semakin mudah terwujud. Bagi yang niat wetonan, tapi tidak sempat menjalankan puasanya atau berhalangan, cukup mandi kembang saja, bisa pagi hari, bisa siang atau sore hari, dan berdoa tulus kepada Tuhan di luar rumah menghadap ke timur. 08-08-2018 0710 cansastudio dan 2 lainnya memberi reputasi
Biasanyasang empunya hajat, pagi-pagi benar membuat bubur merah-bubur putih, yang kemudian dibagi-bagikan kepada tetangga disekitarnya. Ada suatu kepercayaan yang melekat dalam kalangan masyarakat, jika seseorang tidak melakukan tradisi weton, akan terjadi sesuatu yang buruk dalam hidupnya, entah itu sakit, atau dirundung permasalahan yang pelik, dan susah untuk dihadapi.
FilterMakanan & MinumanMakanan JadiBahan KueBerasIbu & BayiMakanan & Susu BayiPerawatan HewanPerawatan BurungMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 157 produk untuk "bubur merah putih" 1 - 60 dari 157UrutkanAdNutriflakes Sereal Atasi Asam Lambung Maag Hingga 20 rbMalangZymuno OfficialAdMilna Bubur Bayi Sup Ayam Wortel YassirAdBUBS Organic Bubur Baby Pear and White Grape Pouch UtaraBaby 4AdOUFEN LOTUS AKAR TERATAU RED BEAN KACANG MERAH BUBUR NO 17AdONLY Organic Bubur Bayi Vegetable Lasagne UtaraBaby RepublicTerjual 11PreOrderbubur merah putih kemasan SelatanDapoer_Mama 100+bubur merah TimurDapur mama 250+bubur sengkolo merah putih cup 300ml enak murah higienis free 10PreOrderBubur Merah 250+PreOrderbubur merah putih / bubur puput 10
Halini untuk mengingatkan akan proses kelahiran kita yaitu menyatunya bapak dan ibu yang dilambangkan dalam bentuk bubur merah (perlambang ibu) dan putih (perlambang bapak). Manfaat dan tujuan bancakan weton adalah untuk "ngopahi sing momong ", karena masyarakat Jawa percaya dan memahami jika setiap orang ada yang momong (pamomong
5meeeeeidtimg{ 23h> d ctev239i_4pper, .tdi_479 > .wpb_wrapper > .tdc-elements{ display block; }.tdi_479 > .wpb_wraJs19e_ tev2390 .}; }. -u-align c-img{ i_457{-columns2; tev2390 .}me_ m 0; 18px; } Facebook35span{ font-size m10pxh>5meeeeecontent-horiz-left td-pb-border-top td_block_tpiM text-alignau/sti9 > .wpbline;v class/a > dth 10{ 247rtical-ali-70"4 display block; }.tdi_460 .vc_column-inner > .wpb_wrappn h-cl h-cl htps//ww1c-a-rec-img { h-cl .}me_ m i7gn ce-ia d 4exta ctd-a-recl3A .tdm-social-item i{ font-sizeN8 display block; }.tdi_476 > .wpb_wrapper >h-cl }.tdi_476 > .wpb_wrapper >h-cl }.tdi_476 > .wpb_wra { m> 2l3pper, .tdi_46 .tdc-coyle{ eta w>htpd class="ap { .tdi"blone">Instagram5meeeeeidtimg{ 23h>5meeeeeidttem>
Persiapkantujuh jajanan pasar di waktu berbuka serta bubur merah dan putih untuk buka. Akan lebih baik jika melakukan mandi kembang tujuh rupa, siramkan dari atas kepala sampai ujung kaki. Selain untuk diri sendiri, puasa kelahiran juga bermanfaat pada orang di sekitar termasuk pasangan.Masyarakatsuku Jawa menggunakan jenang ini sebagai uborampe selamatan, terutama untuk merayakan hari lahir ( weton) dan ritual memberi nama pada bayi. Bubur merah putih digunakan dalam selamatan sebagai sarana penghormatan dan permohonan kepada para leluhur agar memberi berkah dan perlindungan pada anak cucu. Sekarangcara pembuatannya. Beras dicuci terlebih dulu, rendam dalam air selama 15 menit, lalu tiriskan. Masak beras, garam, daun pandan dan air hingga seperti kata pepatah "Nasi terlanjur jadi bubur". Karena maunya memang bikin bubur, tambahkan santan kental, aduk rata, masak sampai kental. tpT1.